Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI             Alat Pelindung diri ( APD ) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang dalam pekerjaan yang fungsinya mengisolasi tubuh tenaga kerja dari bahaya di tempat kerja. APD dipakai apabila usaha rekayasa ( engineering ) dan cara kerja yang aman ( work praktis ) telah maksimum. Adapun jenis – jenis Alat Pelindung diri yang digunakan yaitu : 1.       Alat pelindung kepala ü   Topi pengaman ( safety helmet ), untuk melindungi kepala dari benturan atau pukulan benda – benda. ü   Topi / Tudung, untuk melindungi kepala dari api, uap, debu, kondisi iklim yang buruk. ü   Tutup kepala, untuk melindungi kebersihan kepala dan rambut 2.       Alat pelindung telinga ü   Sumbat telinga ( ear plug ). ü   Tutup telinga ( ear muff ). 3.       Alat pelindu...

PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT DAN PEDOMAN UNTUK EVAKUASI

PENANGGULANGAN KEBAKARAN DI RUMAH SAKIT DAN PEDOMAN UNTUK EVAKUASI             Penanganan bencana kebakaran di rumah sakit meliputi dua kegiatan besar, yaitu kegiatan pemadaman kebakaran itu sendiridan kegiatan kedua adalah tindakan evakuasi terhadap penghuni rumah sakit apabila ternyata kebakaran tidak dapat lagi diatasi. Agar kedua kegiatan tersebut dapat berjalan dengan tepat, maka semua sumber daya di rumah sakit tersebut harus dapat berfungsi dengan baik, dengan cara penetapan masing – masing tugas dan tanggung jawab pada sumber daya manusia yang ada, serta kesiapan dan ketersediaan sumber daya peralatan yang memadai. Langkah- langkah penanggulangan kebakaran : 1.       Jika terjadi kebakaran langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memadamkan secara langsung dengan alat pemadam yang sesuai yang diletakan ditempat terdekat 2.       Jika api tidak padam,...

PENGENDALIAN BAHAN INFEKSIUS

PENGENDALIAN BAHAN INFEKSIUS Proses terjadinya infeksi bergantung kepada interaksi antara suseptibilitas penjamu, agen infeksi (pathogenesis, virulensi dan dosis) serta cara penularan. Identifikasi factor resiko pada penjamu dan pengendalian terhadap infeksi tertentu dapat mengurangi insiden terjadinya infeksi (HAIs), baik pada pasien ataupun pada petugas kesehatan. Strategi pencegahan dan pengendalian infeksi terdiri dari: Peningkatan daya tahan penjamu, dapat  pemberian imunisasi aktif (contoh vaksinasi hepatitis B), atau pemberian imunisasi pasif (imunoglobulin). Promosi kesehatan secara umum termasuk nutrisi yang adekuat akan meningkatkan daya tahan tubuh. Inaktivasi agen penyebab infeksi, dapat dilakukan  metode fisik maupun kimiawi. Contoh metode fisik adalah pemanasan (pasteurisasi atau sterilisasi) dan memasak makanan seperlunya. Metode kimiawi termasuk klorinasi air, disinfeksi. Memutus mata rantai penularan...

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LABORATORIUM KIMIA

KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LABORATORIUM KIMIA Keselamatan dan Keamanan Kerja atau laboratory safety (K3) memerlukan perhatian khusus , karena penelitian menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja dengan intensitas yang mengkawatirkan yaitu 9 orang/hari . Keselamatan Kerja di Laboratorium , perlu diinformasikan secara cukup (tidak berlebihan) dan relevan untuk mengetahui sumber bahaya di laboratorium dan akibat yang ditimbulkan serta cara penanggulangannya. Hal tersebut perlu dijelaskan berulang ulang agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Keselamatan yg dimaksud termasuk orang yg ada disekitarnya Peraturan Keselamatan Kerja Tujuan Peraturan Keselamatan Kerja dimaksudkan untuk menjamin : Kesehatan , keselamatan dan kesejahteraan orang yg bekerja di laboratorium. Mencegah orang lain terkena resiko pekerjaan laboratorium yang menyebabkan terganggu kesehatannya akibat kegiatan di laboratorium. Mengontrol penyimpanan dan penggunaan bahan yang mudah ...

PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT

PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT Limbah Rumah Sakit padat yang terdiri dari limbah padat medis dan non medis. Adapun Limbah padat medis terdiri dari beberapa macam yang diantaranya : ü   Limbah infeksius dan limbah patologi, disimpan pada tempat sampah dengan plastik berwarna kuning. ü   Limbah farmasi (obat kadaluarsa), disimpan pada tempat sampah dengan plastik berwarna coklat. ü   Limbah sitotoksis adalah limbah yang berasal dari sisa obat kemoterapi yang harus disimpan pada tempat sampah dengan plastik berwarna ungu. ü   Limbah medis padat tajam seperti jarum suntik, pecahan gelas, pipet dan berbagai macam peralatan medis disimpan dalam safety box atau container. ü   Limbah radioaktif yang merupakan sisa dari penggunaan bahan medis atau dari laboratorium yang terdapat zat radioaktif disimpan pada pada tempat sampah dengan plastik berwarna merah. Limbah padat non medis terdiri dari sisa – sisa aktifitas di dapur, keiatan perka...

PENANGANAN DAN PERAWATAN TERKAIT DENGAN RESIKO BAHAYA YANG DITIMBULKAN TABUNG GAS BERTEKANAN

PENANGANAN DAN PERAWATAN TERKAIT DENGAN RESIKO BAHAYA YANG DITIMBULKAN TABUNG GAS BERTEKANAN 1.       Memiliki berbagai macam tabung bertekanan kita harus mengetahui prosedur keselamatan tiap tiap tabung tersebut. 2.       Jangan pernah menempatkan tabung pada udara panas yang dapat meningkatkan tekanan dalam tabung. 3.       Siapkan troli khusus yang digunakan saat mengangkat tabung. Jika tabung terlalu berat diangkat mintalah bantuan rekan untuk mengangkatnya, jangan menyeret atau menariknya di atas tanah / lantai. 4.       Tabung disimpan dengan aman agar tidak terjatuh/ terbentur dindin. Tabung mudah terbakar harus disimpan sejauh 6 meter dari oksidator. 5.       Simpantabung kosong dengan tabung yang berisi 6.       Jangan pernah menyimpan/ meletakkan tabung di area terbuka yang terkena sinar matahari secara ...

BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

Bahan berbahaya dan beracun ( B3 ) adalah bahan yang karena sifat kimia maupun kondisi fisiknya berpotensi menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, kerusakan properti dan atau lingkungan. Jenis dan klasifikasi bahan berbahaya dan beracun : 1.       Klasifikasi I, meliputi : A.     Bahan kimia atau sesuatu yang telah terbukti atau diduga keras dapat menimbulkan bahaya yang fatal dan luas, secara langsung atau tidak langsung, karena sangat sulit penanganan dan pengamanannya; B.      Bahan kimia atau sesuatu yang baru yang belum dikenal dan patut diduga menimbulkan bahaya. 2.       Klasifikasi II, meliputi : A.     Bahan radiasi; B.      Bahan yang mudah meledak karena gangguan mekanik; C.      Bahan beracun atau bahan lainnya yang mudah menguap dengan LD50 (rat) kurang dari 500 mg/kg atau yang setara, mudah diabso...

PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN K3RS

Gambar
MAKALAH PERAN PERAWAT DALAM PELAKSANAAN K3RS DISUSUN OLEH    : HANNA MAILYASTA 161101142 ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEPERAWATAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA 2017 DAFTAR ISI Kata Pengantar             .........................................................................................................    1 BAB I Pendahuluan     .........................................................................................................    2 1.1   Latar Belakang                   .................................................................................    2 1.2   Rumusan Masalah              ..................................................................